Senin, 14 Maret 2022
Selasa, 16 Maret 2021
HIDROLISIS GARAM
Hidrolisis berasal dari kata hidro dan lisis. Hidro artinya air, sedangkan lisis artinya penguraian. Jadi hidrolisis adalah reaksi penguraian garam dalam air, yang membentuk ion positif dan ion negatif. Ion-ion tersebut akan bereaksi dengan air membentuk asam (H3O+) dan basa (OH-) asalnya. Reaksi hidrolisis berlawanan dengan reaksi penggaraman atau reaksi penetralan. Reaksi penggaraman yaitu reaksi antara asam dengan basa yang membentuk garam. Garam yang dihasilkan tidak selalu bersifat netral tetapi tergantung kekuatan asam dan basa pembentuk garam tersebut.
- Kation yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion H+, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih besar daripada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat asam
- Anion yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH- menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih kecil dari pada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat basa
- Kation maupun anion yang berasal dari garam tidak bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam air tidak berubah dan larutan bersifat netral.
- Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Kuat
- Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Lemah
- Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Lemah
- Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Kuat
Senin, 08 Maret 2021
Ide dan Peluang Usaha
Ide dan Peluang Usaha
Peluang usaha adalah suatu ide yang menarik atau usulan usaha yang memberikan kemungkinan untuk memberikan hasil bagi seseorang yang ingin mengambil risiko.
Suatu peluang usaha yang baik mampu memenuhi beberapa kriteria berikut ini:
- Permintaan yang nyata, yaitu merespon kebutuhan yang tidak dipenuhi atau mensyaratkan pelanggan yang mempunyai kemampuan untuk membeli dan bisa memilih
- Pengembalian investasi, yaitu memberikan hasil dalam janga waktu cepat, lama, dan tepat waktu.
- Kompetitif, yaitu dapat mengimbangi atau lebih baik. Atau sama dari sudut pandang pelanggan dibandingkan dengan produk atau jasa yang tersedia.
- Mencapai tujuan, yaitu memenuhi tujuan dan aspirasi dari orang atau organisasi yang mengambil risiko.
- Ketersediaan sumber daya dan ketrampilan yang terjangkau dari segi sumber daya, kompetensi, dan persyaratan hukum
- Mempunyai nilai jual tinggi
- Bukan hanya sekedar ambisi tetapi harus bersifat nyata
- Bisa bertahan lama atau berkelanjutan di pasar
- Skala usaha itu dapat diperbesar atau ditingkatkan
- Tidak terlalu banyak modal yang digunakan, investasinya tidak terlalu besar tetapi sangat berpotensi menguntungkan dan lain sebagainya.
- Peluang usaha tidak meniru orang lain tetapi asli hasil riset dan pemikiran diri sendiri
- Peluang harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan di pasar
- Adanya keyakinan dapat mewujudkannya
- Peluang itu harus sesuai dengan kehendak
- Kelayakan usaha tersebut telah teruji
- Adanya rasa senang apabila menjalankannya
- Kekuatan (strenght)
- Kelemahan (weakness) Analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifkasi semua gejala
- Peluang (opportunity) yang ada dan yang akan datang
- Ancaman (threat) dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing
Karakteristik dan Dimensi Kewirausahaan
Karakteristik dan Dimensi Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat dan memberi nilai lebih. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Karena Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan prilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi, maka objek studi kewirausahaan adalah kemampuan. Kemampuan dalam arti seseorang mampu merumuskan tujuan hidup, kemampuan mengatur waktu, kemampuan membiasakan diri untuk selalu belajar dari pengalaman, kemampuan tidak lekas puas atau sebaliknya frustasi apabila mengalami kegagalan, dan kemampuan mental yang yang kuat dalam menghadapi tantangan yang terjadi misalnya persaingan, kemajuan teknologi, dan segala bentuk perubahan yang terjadi.
Wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk melaksanakan pekerjaannya untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan tidak melanggar aturan yang berlaku terutama bagi pegawai yang bekerja di instansi pemerintah atau swasta, atau jika seorang pengusaha berani membuka usaha dalam berbagai kesempatan tanpa diliputi rasa takut atau cemas dalam kondisi tidak pasti (belum mencapai BEP atau belum menguntungkan).
Karakteristik Kewirausahaan
Ciri-ciri Wirausahawan sukses
1. Percaya diri (self confidence)
2. Berorientasi tugas dan hasil
3. Berani mengambil resiko
4. Memiliki sikap Kepemimpinan
5. Berorientasi ke masa depan
Faktor Keberhasilan Dan Kegagalan Kewirausahaan
Senin, 05 Oktober 2020
Sistem Konsinyasi
Sistem pemasaran produk sangat beragam, bisa dilakukan dengan penjualan langsung maupun penjualan tidak langsung. Penjualan langsung juga terbagi menjadi beberapa jenis, misalnya penjualan melaluii outlet sendiri, atau sistem penjajaan langsung pada konsumen. Sedangkan penjualan tidak langsung, yaitu penjualan dengan menggunakan perantara dan/atau menggunakan saluran distribusi. Saluran distribusi yang digunakan bisa pendek ataupun panjang, tergantung jenis dan kapasitas produksinya. Pemilihan sistem pemasaran yang tepat, menjadi salah satu penentu keberhasilan dari penerimaan produk tersebut di tangan konsumen. Salah satu sistem yang akan diterapkan pada sistem pemasaran produk makanan khas daerah adalah sistem konsinyasi.
Sistem konsinyasi adalah sistem kerjasama pemasaran, antara pemilik barang (produsen) dengan pemilik warung/toko/outlet (pemasar), atau sering disebut sistem titip jual. Sistem konsinyasi ini tidak rumit, produsen hanya perlu mencari warung/toko/outlet yang bersedia menerima produknya, dengan membuat kesepakatan kerjasama dengan maksud menitipkan barang dagangan di warung atau toko tersebut. Jika sudah sepakat maka kita hanya perlu memasok barang dagangan, menunggu beberapa hari, dan kembali untuk mengambil bayaran dan mengganti barang dagangan yang sudah lama. Periode penitipan disepakati kedua belah pihak, biasanya rata-rata seminggu.
Pengaturan pengiriman biasanya berlaku untuk jangka waktu tertentu. Setelah waktu ini berlalu, jika tidak dilakukan penjualan, barang dikembalikan ke pemiliknya. Atau, periode konsinyasi dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama.
Sistem penjualan konsinyasi banyak disukai oleh pedagang pemula, karena sangat bermanfaat khususnya bagi mereka yang masih belum berpengalaman untuk menghadapi konsumen secara langsung. Manfaat sistem penjualan konsinyasi ini dibedakan dari dua sisi, yaitu manfaat bagi pemilik barang (consignor) dan pemilik toko (consignee).
Meskipun cukup populer, tapi tidak semua orang tahu bagaimana cara kerja bisnis konsinyasi ini. Sebenarnya tanpa harus belajar banyak, bisnis ini mudah untuk dilakukan asal anda memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Sedangkan untuk cara kerjanya sendiri, tidak terlalu ribet seperti bisnis lain karena memang faktanya bisnis konsinyasi hanya melibatkan dua belah pihak yaitu produsen dan partner untuk menjual atau memasarkan produk. Simak cara kerja bisnis konsinyasi berikut ini:
Sebelum memulai bisnis konsinyasi jelas anda harus menyiapkan produk yang akan anda tawarkan terlebih dahulu. Sebisa mungkin siapkan produk dengan kualitas yang baik dan sudah diuji terlebih dahulu agar tidak gagal di pasaran.
Setelah produk yang ditawarkan siap, maka anda bisa memulai pencarian toko atau partner bisnis konsinyasi. Langkah kedua ini biasanya berlangsung cukup lama apalagi jika anda memang masih belum melakukan pencarian partner bisnis sama sekali. Anda bisa memulai hal ini dengan cara menawarkan produk anda ke pemilik toko atau department store yang menjual produk sejenis.
Jika anda sudah menemukan partner bisnis yang tepat maka selanjutnya adalah menentukan perjanjian bisnis seperti jumlah produk yang dititipkan, jangka waktu penyetoran produk ke toko, nominal bagi hasil hingga kesepakatan lain yang berkaitan dengan bisnis ini.
Jika ketiga langkah di atas sudah dilakukan, maka selanjutnya anda tinggal menjalankan bisnis konsinyasi ini dengan baik. Mulai dari menjaga kualitas produk agar tetap konsisten, penyetoran produk tepat waktu (sesuai perjanjian) hingga pengembangan partner bisnis.
Sama halnya dengan bisnis lain, anda juga memerlukan tips yang tepat agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis konsinyasi. Nah, untuk membantu anda berikut ini ada beberapa tips sukses bisnis konsinyasi yang bisa anda terapkan:
Dalam bisnis konsinyasi, pastikan partner yang anda pilih cocok dengan strategi pemasaran dan target pasar yang anda tentukan. Jadi pada dasarnya ada dua pasar yang bisa anda masuki dalam bisnis konsinyasi ini yaitu pasar homogen dan pasar heterogen.
Untuk pasar homogen ini berarti anda memilih toko yang menjual produk yang sejenis dengan produk anda. Misalkan anda memproduksi kue kering dan berpartner dengan toko kue maka inilah yang disebut pasar homogen. Dengan memilih pasar ini berarti produk anda akan bersaing ketat dengan produk lain. Anda harus benar-benar memperhatikan kualitas.
Kemudian untuk pasar heterogen ini lebih merujuk pada kebutuhan saling melengkapi. Jadi misalkan anda memproduksi kue kering, maka anda bisa menjatuhkan pilihan pada toko-toko perlengkapan rumah tangga. Dengan begini maka persaingan tidak ketat karena setiap produk dalam toko sifatnya saling melengkapi.
Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kesuksesan bisnis konsinyasi anda. Salah satunya adalah momentum di mana produk dijual. Jadi misalkan anda menjual toko kering, maka penjualan terbaik adalah saat sebelum lebaran, natal, imlek dan hari besar lain yang identik dengan kebutuhan akan kue. Jika anda melakukan bisnis konsinyasi berdasarkan moment, maka pastikan anda memiliki stok produk dan sumber daya manusia yang mencukupi jika permintaan meningkat.
Dalam hal ini berarti anda harus melakukan penambahan toko atau partner bisnis agar bisnis semakin berkembang dan keuntungan juga meningkat. Namun, sebelum anda mulai mengembangkan sayap sebaiknya anda melakukan persiapan pada sumber daya manusia dan bahan baku dalam pembuatan produk. Perhitungan yang cermat juga harus dilakukan agar tidak terjadi beban berlebih saat proses produksi berlangsung.
Dalam menjalankan bisnis apapun, evaluasi menjadi langkah terbaik untuk meraih kesuksesan. Jangan ragu untuk meminta review, kritik dan saran dari partner bisnis atau konsumen demi meningkatkan kualitas produk. Secara tidak langsung, evaluasi akan mempengaruhi tingkat penjualan produk anda.