Kamis, 14 Desember 2023
Selasa, 12 Desember 2023
Senin, 21 Maret 2022
Senin, 14 Maret 2022
Selasa, 16 Maret 2021
HIDROLISIS GARAM
Hidrolisis berasal dari kata hidro dan lisis. Hidro artinya air, sedangkan lisis artinya penguraian. Jadi hidrolisis adalah reaksi penguraian garam dalam air, yang membentuk ion positif dan ion negatif. Ion-ion tersebut akan bereaksi dengan air membentuk asam (H3O+) dan basa (OH-) asalnya. Reaksi hidrolisis berlawanan dengan reaksi penggaraman atau reaksi penetralan. Reaksi penggaraman yaitu reaksi antara asam dengan basa yang membentuk garam. Garam yang dihasilkan tidak selalu bersifat netral tetapi tergantung kekuatan asam dan basa pembentuk garam tersebut.
- Kation yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion H+, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih besar daripada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat asam
- Anion yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH- menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih kecil dari pada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat basa
- Kation maupun anion yang berasal dari garam tidak bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam air tidak berubah dan larutan bersifat netral.
- Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Kuat
- Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Lemah
- Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Lemah
- Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Kuat
Senin, 08 Maret 2021
Ide dan Peluang Usaha
Ide dan Peluang Usaha
Peluang usaha adalah suatu ide yang menarik atau usulan usaha yang memberikan kemungkinan untuk memberikan hasil bagi seseorang yang ingin mengambil risiko.
Suatu peluang usaha yang baik mampu memenuhi beberapa kriteria berikut ini:
- Permintaan yang nyata, yaitu merespon kebutuhan yang tidak dipenuhi atau mensyaratkan pelanggan yang mempunyai kemampuan untuk membeli dan bisa memilih
- Pengembalian investasi, yaitu memberikan hasil dalam janga waktu cepat, lama, dan tepat waktu.
- Kompetitif, yaitu dapat mengimbangi atau lebih baik. Atau sama dari sudut pandang pelanggan dibandingkan dengan produk atau jasa yang tersedia.
- Mencapai tujuan, yaitu memenuhi tujuan dan aspirasi dari orang atau organisasi yang mengambil risiko.
- Ketersediaan sumber daya dan ketrampilan yang terjangkau dari segi sumber daya, kompetensi, dan persyaratan hukum
- Mempunyai nilai jual tinggi
- Bukan hanya sekedar ambisi tetapi harus bersifat nyata
- Bisa bertahan lama atau berkelanjutan di pasar
- Skala usaha itu dapat diperbesar atau ditingkatkan
- Tidak terlalu banyak modal yang digunakan, investasinya tidak terlalu besar tetapi sangat berpotensi menguntungkan dan lain sebagainya.
- Peluang usaha tidak meniru orang lain tetapi asli hasil riset dan pemikiran diri sendiri
- Peluang harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan di pasar
- Adanya keyakinan dapat mewujudkannya
- Peluang itu harus sesuai dengan kehendak
- Kelayakan usaha tersebut telah teruji
- Adanya rasa senang apabila menjalankannya
- Kekuatan (strenght)
- Kelemahan (weakness) Analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifkasi semua gejala
- Peluang (opportunity) yang ada dan yang akan datang
- Ancaman (threat) dari adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing
Karakteristik dan Dimensi Kewirausahaan
Karakteristik dan Dimensi Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat dan memberi nilai lebih. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.
Karena Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan prilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi, maka objek studi kewirausahaan adalah kemampuan. Kemampuan dalam arti seseorang mampu merumuskan tujuan hidup, kemampuan mengatur waktu, kemampuan membiasakan diri untuk selalu belajar dari pengalaman, kemampuan tidak lekas puas atau sebaliknya frustasi apabila mengalami kegagalan, dan kemampuan mental yang yang kuat dalam menghadapi tantangan yang terjadi misalnya persaingan, kemajuan teknologi, dan segala bentuk perubahan yang terjadi.
Wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk melaksanakan pekerjaannya untuk mencapai hasil yang lebih baik dengan tidak melanggar aturan yang berlaku terutama bagi pegawai yang bekerja di instansi pemerintah atau swasta, atau jika seorang pengusaha berani membuka usaha dalam berbagai kesempatan tanpa diliputi rasa takut atau cemas dalam kondisi tidak pasti (belum mencapai BEP atau belum menguntungkan).
Karakteristik Kewirausahaan
Ciri-ciri Wirausahawan sukses
1. Percaya diri (self confidence)
2. Berorientasi tugas dan hasil
3. Berani mengambil resiko
4. Memiliki sikap Kepemimpinan
5. Berorientasi ke masa depan
Faktor Keberhasilan Dan Kegagalan Kewirausahaan
-
Sistem Pengolahan Makanan Khas Daerah yang Dimodifikasi Produk makanan khas daerah terdiri atas makanan dan minuman khas daerah. Makan...